Pahami Jumlah Cicilan dan Pendapatan
Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah mengetahui total pendapatan bulanan dan jumlah cicilan yang harus dibayar. Catat semua cicilan, termasuk KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman lainnya, agar terlihat jelas besaran kewajiban setiap bulan.
Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Pastikan kebutuhan pokok seperti makanan, listrik, air, transportasi, dan kebutuhan anak terpenuhi sebelum membayar cicilan tambahan. Dengan memprioritaskan kebutuhan utama, risiko kekurangan dana untuk hal penting dapat diminimalisir.
Buat Anggaran Bulanan
Susun anggaran bulanan dengan membagi pendapatan menjadi beberapa pos: kebutuhan pokok, cicilan, tabungan, dan dana darurat. Tentukan batas maksimal cicilan agar tidak melebihi 30–40% dari pendapatan, sehingga pengeluaran tetap seimbang.
Manfaatkan Sistem Otomatisasi Pembayaran
Gunakan fitur auto-debit atau reminder pembayaran cicilan untuk menghindari keterlambatan. Pembayaran tepat waktu membantu menjaga skor kredit dan mengurangi stres keuangan.
Evaluasi dan Kurangi Cicilan yang Tidak Penting
Jika jumlah cicilan terlalu banyak, pertimbangkan untuk melunasi cicilan kecil terlebih dahulu atau mengkonsolidasikan pinjaman. Hal ini dapat mengurangi beban bulanan dan memberi ruang bagi kebutuhan pokok.
Simpan Dana Darurat
Selalu sisihkan dana darurat minimal 10% dari pendapatan. Dana ini berguna jika terjadi kebutuhan mendesak tanpa harus menambah cicilan baru atau mengganggu kebutuhan pokok.
